Search

Perspektif Baru dalam Proteksi Keuangan

Updated: Aug 8



Seperti yang kita semua sudah ketahui, di setiap kehidupan manusia normal, setidaknya akan melalui tahapan berikut ini : lahir, sekolah, bekerja/berwirausaha, berkeluarga, dan pensiun. Dan sudah sama-sama kita sadari juga bahwa kadang perjalanan hidup belum semulus yang kita inginkan. Setidaknya ada 4 (empat) risiko kehidupan yang salah satunya akan menimpa diri kita, tanpa kecuali!


Die too soon (Meninggal terlalu Dini), yaitu meninggal dunia sebelum usia pensiun (<60 tahun), Sick too heavily (Sakit Kritis), yaitu sakit berat berkepanjangan di usia produktif (40 sd 60 tahun), Disablement (Cacat Tetap), baik karena sakit maupun kecelakaan di usia produktif (40 sd 60 tahun), dan Live Too Long (Hidup Terlampau Tua), dimana menjalani hidup di masa pensiun namun menjadi beban tanggungan anak bahkan cucu.


Dalam mengantisipasi risiko-risiko di atas, banyak cara yang dilakukan hingga saat ini. Salah satunya dengan menggunakan instrumen asuransi jiwa, yang merupakan instrumen proteksi keuangan terbaik yang pernah diciptakan sejak dulu, khusus didedikasikan untuk memitigasi risiko kehidupan. Terlepas sejumlah keunggulan dan tentunya juga ruang untuk peningkatan kualitas, fleksibilitas dan harga, asuransi jiwa mampu mengatasi berbagai permasalahan bahkan bencana keuangan di dalam keluarga dan perusahaan. Asuransi jiwa mampu menghapus berbagai kekhawatiran terhadap ketidakpastian masa depan, sekaligus memberikan rasa tenang dan nyaman dalam mencapai cita-cita hidup.


Namun belakangan ini muncul perspektif baru dalam melihat asuransi jiwa sebagai instrumen proteksi keuangan. Asuransi jiwa seharusnya diambil bukan karena khawatir terhadap masa depan, atau diganggu pemikiran "bagaimana kalau saya besok...?". Asuransi jiwa diambil justru karena saat ini kita masih muda & produktif, masih sehat, masih berkecukupan, masih lapang waktu, dan tentunya masih memiliki kehidupan. Sehingga kita kuat dan mampu membantu satu sama lain sesama peserta asuransi, disaat salah satu dari kita masuk masa purnabakti, sedang jatuh sakit, sedang jatuh miskin, sedang sempit waktu, atau berpulang ke Sang Pencipta.


Begitu beda rasanya bila saat mengambil asuransi jiwa, kita niatkan untuk saling berkontribusi serta saling menolong dan melindungi setiap keluarga, agar dapat mewujudkan cita-cita mereka. Sehingga tidak ada lagi masalah untung-rugi berasuransi. Yang ada hanyalah niat baik saling membantu dan ketenangan hati dalam ikhtiar terbaik kita menjalani kehidupan bersama orang-orang tercinta. Karena dimanapun dan kapanpun kita berjumpa risiko kehidupan, akan ada orang-orang baik di lingkungan kita yang akan membantu. Dan semoga kita sabar dan ikhlas dalam menerima semua ketetapan-Nya.


Bagaimana menurut Anda mengenai perspektif baru ini?

Mari, diskusikan dengan kami di onevision!

Kemal Arnaz & Dian Avianti

Agency Directors & Agency Leadership Team

onevision Agency


Tentang Kami

linktr.ee/kemalarnaz

linktr.ee/davianti


31 views0 comments